Hasil Evaluasi UX Aplikasi SIHADIR Polnep: Temuan dan Rekomendasi Perbaikan
Pengumuman

Hasil Evaluasi UX Aplikasi SIHADIR Polnep: Temuan dan Rekomendasi Perbaikan

Hasil evaluasi UX aplikasi presensi SIHADIR menggunakan UEQ+ dengan 82 responden aktif, menyoroti temuan utama dan prioritas perbaikan yang dapat segera diimplementasikan.

UPA TIK25 Mei 20263 menit baca
Daftar Isi

Pontianak - Telah dilakukan evaluasi pengalaman pengguna (User Experience/UX) terhadap aplikasi presensi digital SIHADIR Polnep. Hasil evaluasi ini dipublikasikan pada JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol. 11 No. 2.

Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen User Experience Questionnaire Plus (UEQ+) yang telah terstandarisasi secara internasional. Sebanyak 82 responden aktif (45 dosen dan 37 tenaga kependidikan) yang menggunakan aplikasi memberikan penilaian atas empat dimensi utama: Attractiveness (Daya Tarik), Efficiency (Efisiensi), Perspicuity (Kejelasan), dan Dependability (Keandalan).


Ringkasan Hasil UEQ+

Dimensi Nilai Rata-rata Kategori Keterangan
Attractiveness 1,45 Positif Kesan visual dan keseluruhan baik
Efficiency 1,43 Positif Proses presensi relatif cepat dan praktis
Perspicuity 0,698 Netral Perlu perbaikan kejelasan antarmuka
Dependability 0,256 Netral Perlu peningkatan keandalan sistem

Temuan Utama

  • Attractiveness dan Efficiency berada pada kategori positif. Pengguna merasa aplikasi cukup menarik dan proses presensi harian sudah efisien.
  • Perspicuity dan Dependability masih berada pada kategori netral. Temuan ini selaras dengan mayoritas keluhan yang diterima terkait pesan error yang kurang jelas, status koneksi yang tidak terlihat, serta proses login yang kadang tidak memberi feedback yang memadai.
  • Terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara dosen dan tenaga kependidikan, terutama pada dimensi Dependability. Tenaga kependidikan memberi penilaian lebih rendah karena aplikasi berpengaruh langsung pada akuntabilitas kehadiran.

Rekomendasi Prioritas Perbaikan

1. Prediktabilitas dan Status Sistem (Dependability)

  • Tampilkan indikator status koneksi (online/offline) secara persisten di seluruh halaman.
  • Implementasikan fitur offline queue agar presensi tetap dapat dilakukan saat koneksi terputus, lalu tersinkron otomatis.
  • Ganti pesan error generik dengan pesan diagnostik yang jelas dan disertai tombol aksi pemulihan.

2. Kejelasan Antarmuka (Perspicuity)

  • Modul Izin dan Cuti memakai multi-step form dengan panduan inline.
  • Tambahkan layar konfirmasi ringkasan sebelum submit.
  • Sertakan label panduan dan indikator progres di setiap langkah.

3. Feedback Login yang Lebih Jelas

  • Tampilkan loading spinner selama proses autentikasi.
  • Berikan pesan error yang spesifik (contoh: "NIP tidak terdaftar" atau "Kata sandi salah").

Mockup konseptual untuk perbaikan halaman presensi, izin dan cuti, serta login telah disusun dan dapat dilihat pada paper JIPI terkait.


Manfaat dan Langkah Selanjutnya

Evaluasi ini menjadi landasan data kuantitatif pertama bagi UPA TIK untuk menyempurnakan SIHADIR. Dengan perbaikan yang fokus pada kejelasan dan keandalan, aplikasi diharapkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan dapat diandalkan bagi seluruh sivitas Polnep.

UPA TIK akan menyusun roadmap pengembangan tahap berikutnya berdasarkan rekomendasi ini. Saran dan masukan dari pengguna tetap sangat diharapkan.


Referensi: Ghozy Alkhairi, M., & Ariatmanto, D. (2026). Evaluasi Pengalaman Pengguna Aplikasi Presensi Digital SIHADIR Polnep Menggunakan User Experience Questionnaire Plus (UEQ+). JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika). https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jipi/article/view/10407

UPA TIK - Politeknik Negeri Pontianak 2026

Tag:#sihadir#ux#ueq+#presensi digital#upatik#polnep
Bagikan